//
you're reading...
Kabar dari Luar

Ketemu Pasangan yang (diduga) Sesama Jenis

(oleh Rizki D. Muhajar; Logan, Utah, AS)

By Nurisma Fira in Belajar Nulis · Edit Doc

Hari ini seperti biasa, saya dan sikecil mengantarkan bekal makan siang suami kekampus. Saat di bis, saya cukup terkaget-kaget melihat sepasang perempuan yang (menurut saya)bertingkah tidak biasa. Tapi saya tidak mau berfikir macam-macam, istilahnya mah berburuk sangka, meski beberapa mata di depan saya memandang aneh, dan kedua orang ini bertingkah tidak terlalu wajar. Perawakan perempuan yang satu tinggi besar,suaranyapun terdengar gagah,bagaimana tidak,kebetulan mereka duduk persis disebelah saya. Perempuan yang satunya lagi berperawakan kecil mungil, seperti sosok yang terlindungi dan terlihat lemah.

Sepanjang perjalanan, perempuan yang ‘gagah’ meletakkan tangannya disepanjang sandaran bangku, tepatnya disandaran bangku teman mungilnya. Ujung jari tanganya hampir menyentuh sandaran bangku saya. Ketika turun, keduanya mengucapkan kata perpisahan, si perempuan mungil lantas berkata:”see you, i love you!”, si perempuan gagahpun menjawab:”see you, i love you too!, i’ll call you tonight”. Meski demikian, saya tetap mencoba meyakinkan diri, kalo kedua perempuan ini bukan pasangan sesama jenis, mungkin sayanya yang terlalu parno atau lebay. Tapi jujur, peristiwa siang tadi membuat saya jadi berfikir,jika memang benar mereka pasangan sesama jenis,berani sekali eksis di depan publik.

Saya lupa, kalau saya tengah tinggal di negara yang katanya menjujung tinggi kebebasan, terutama hal yang terkait hubungan sesama jenis. Belum lama ini diberitakan, bahwa tujuh negara bagian telah mensahkan pernikahan sesama jenis, disusul Maryland, sebagai negara bagian kedelapan yang mensahkan pernikahan sesama jenis, pada tanggal 14 februari lalu(huffingtonpost.com,02/15/2012).

Kelompok yang Menentang

Keberadaan kelompok homoseksual ini sebenarnya cukup mendapat pertentangan, salah satunya dari kelompok kristen garis keras Westboro Baptist Church , dengan juru bicaranya bernama Shirley Phelps-Roper. Jika saya saksikan ‘perjuangannya’ di Youtube, cukup mengejutkan. Bayangkan saja, dengan hanya membawa segelintir ‘pasukan’, yang nota bene berasal dari keluarga besarnya, bahkan banyak juga anak-anak dilibatkan, mereka selalu melakukan orasi diberbagai tempat-tempat strategis seperti dikampus-kampus, dirambu lalu lintas, dengan membawa spanduk-spanduk,banner, poster, yang isinya bernada kecaman terhadap kaum sesama jenis ini, dan aktivitas mereka seringkali mendapatkan perlawanan, baik secara lisan maupun fisik.

Tak hanya kelompok kristen garis keras, sebagian kelompok masyarakat anti homoseksual kerapkali (dituduh)melakukan bullying terhadap pelaku homoseksual ini(sekarang lebih dikenal istilah LGBT). Sepanjang tahun 2011, seorang remaja melakukan bunuh diri karena kerapkali dibuly oleh teman-teman sekelasnya. Dipertengahan tahun 2011, seorang mahasiswa melakukan terjun bebas daris ebuah jembatan karena video pornonya dengan pasangan sesama jenisnya beredar luas diinternet. Ini membuat kelompok homoseksual ini geram, melakukan opini secara masif, melobi pemerintah dan meminta disahkan pernikahan sesama jenis serta meminta perlindungan terhadap perilaku kekerasan dari masyarakat yang anti homoseksual.

Bagaimana pandangan saya?

Saya dan teman saya, sebenarnya pernah mendiskusikan hal ini. Teman saya begitu kesal dengan reaksi sebagian masyarakat Amrik, yang sangat anti dengan kelompok homoseksual namun melakukan kekerasan yang membuat kelompok homoseksual ini merasa terpinggirkan, dan akhirnya melakukan bunuh diri. Ketika hal tersebut ditanyakan kepada saya, saya hanya menjawab bahwa dalam setiap masalah diagama saya pasti ada jawabannya, termasuk soal homoseksual ini. Saya pribadi memandang, orang-orang yang memiliki kelainan seksual ini bukanlah karena penyakit fisik yang harus disembuhan, namun ini merupakan penyakit sosial yang harus diputus mata rantainya. Ibarat penyakit menular, yang jika berinteraksi dengan pelaku, maka orang lain yang berada di dekatnya dipastikan akan tertular.

Bahasan Lebih Dalam Soal Homoseksual

Sejak tahun 90-an, istilah homoseksual lebih dikenal dengan sebutan LGBT(Lesbi,Gay,Biseksual dan Transgender). Saya cukup penasaran dengan istilah ini. Tapi saya tidak ingin berlama-lama membahasnya, mencari tahu sejarahnya dan kondisi kekiniannya. Justru yang ingin saya bahas, bagaimana sebenarnya pandangan Islam tentang hal ini, mengutip dari sebuah artikel tulisan ustadz Shiddiq Al-Jawi, berikut ini penjelasannya.

Lesbianisme dalam kitab-kitab fiqih disebut dengan istilah as-sahaaq atau al-musahaqah. Definisinya adalah hubungan seksual yang terjadi di antara sesama wanita. Tak adaperbedaan di kalangan fuqaha bahwa lesbianisme hukumnya haram. Keharamannya antara lain berdasarkan sabda Rasulullah SAW : “Lesbianisme adalah [bagaikan] zina di antara wanita” (as-sahaq zina an-nisaa` bainahunna). (HR Thabani, dalam al-Mu’jam al-Kabir, 22/63). (Sa’ud al-Utaibi, Al-Mausu’ah Al-Jina`iyah al-Islamiyah, hal. 452).

Lesbianisme menurut Imam Dzahabi merupakan dosa besar (al-kaba`ir). (Dzahabi, Az-Zawajir ‘an Iqtiraf al-Kaba`ir, 2/235). Namun hukuman untuk lesbianisme tidak seperti hukuman zina, melainkan hukuman ta’zir, yaitu hukuman yang tidak dijelaskan oleh sebuah nash khusus. Jenis dan kadar hukumannya diserahkan kepada qadhi (hakim). Ta’zir ini bentuknya bisa berupa hukuman cambuk, penjara, publikasi (tasyhir), dan sebagainya. (Sa’ud al-Utaibi, Al-Mausu’ah Al-Jina`iyah al-Islamiyah, hal. 452; Abdurrahman Al-Maliki, Nizham Al-Uqubat, hal. 9).

Adapun homoseksual dikenal dengan istilah liwath. Imam Ibnu Qudamah mengatakan bahwa telah sepakat (ijma’) seluruh ulama mengenai haramnya homoseksual (ajma’a ahlul ‘ilmi ‘ala tahrim al-liwaath). (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, 12/348). Sabda Nabi SAW,“Allah telah mengutuk siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth, Allah telah mengutuk siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth Allah telah mengutuk siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth.” (HR Ahmad, no 3908). Hukuman untuk homoseks adalah hukuman mati, tak ada khilafiyah di antara para fuqoha khususnya para shahabat Nabi SAW seperti dinyatakan oleh Qadhi Iyadh dalam kitabnya Al-Syifa`. Sabda Nabi SAW,“Siapa saja yang kalian dapati melakukan perbuatan kaumnya Nabi Luth, maka bunuhlah keduanya.” (HR Al Khamsah, kecuali an-Nasa`i).

Hanya saja para sahabat Nabi SAW berbeda pendapat mengenai teknis hukuman mati untuk gay. Menurut Ali bin Thalib RA, kaum gay harus dibakar dengan api. Menurut Ibnu Abbas RA, harus dicari dulu bangunan tertinggi di suatu tempat, lalu jatuhkan gay dengan kepala di bawah, dan setelah sampai di tanah lempari dia dengan batu. Menurut Umar bin Khaththab RA dan Utsman bin Affan RA, gay dihukum mati dengan cara ditimpakan dinding tembok padanya sampai mati. Memang para shahabat Nabi SAW berbeda pendapat tentang caranya, namun semuanya sepakat gay wajib dihukum mati. (Abdurrahman Al-Maliki, Nizham Al-Uqubat, hal. 21).

Biseksual adalah perbuatan zina jika dilakukan dengan lain jenis. Jika dilakukan dengan sesama jenis, tergolong homoseksual jika dilakukan di antara sesama laki-laki, dan tergolong lesbianisme jika dilakukan di antara sesama wanita. Semuanya perbuatan maksiat dan haram, tak ada satu pun yang dihalalkan dalam Islam.Hukumannya disesuaikan dengan faktanya. Jika tergolong zina, hukumnya rajam (dilempar batu sampai mati) jika pelakunya muhshan (sudah menikah) dan dicambuk seratus kali jika pelakunya bukan muhshan. Jika tergolong homoseksual, hukumannya hukuman mati. Jika tergolong lesbianisne, hukumannya ta’zir.

Transgender adalah perbuatan menyerupai lain jenis. Baik dalam berbicara, berbusana, maupun dalam berbuat, termasuk dalam aktivitas seksual. Islam mengharamkan perbuatan menyerupai lain jenis sesuai hadits bahwa Nabi SAW mengutuk laki-laki yang menyerupai wanita dan mengutuk wanita yang menyerupai laki-laki (HR Ahmad, 1/227 & 339).

Jika transgender melakukan hubungan seksual maka hukumannya disesuaikan dengan faktanya. Jika hubungan seksual terjadi di antara sesama laki-laki, maka dijatuhkan hukuman homoseksual. Jika terjadi di antara sesama wanita, dijatuhkan hukuman lesbianisme. Jika hubungan seksual dilakukan dengan lain jenis, dijatuhkan hukuman zina.Memang dalam Islam dikenal istilah khuntsa, atau hermaphrodit, yakni orang yang mempunyai kelamin ganda. Mereka memang diakui dalam fiqih Islam. Namun ini sama sekali berbeda dengan transgender, karena kaum transgender mempunyai kelamin yang sempurna, bukan kelamin ganda, hanya saja mereka berperilaku menyerupai lawan jenisnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, jelaslah bahwa lesbianisme, gay, biseksual, dan transgender adalah perbuatan yang diharamkan Islam, sekaligus merupakan tindakan kriminal yang harus dihukum tegas.(khabarislam.wordpress.com,5/4/2011)

Sayangnya, konsep ini masih dalam upaya pencerdasan di tengah masyarakat. Khusus di Indonesia, perjuangannya bukan tanpa halangan. Meski secara pribadi, saya tidak setuju dengan dakwah fisik dengan melakukan sweeping dan sebagainya, namun saat ini, baik kalangan media maupun sekelompok orang yang menuntut pembubaran FPI dirasakan tidak adil memperlakukan ormas Islam yang satu ini. Apapun itu, kesimpulan akhir saya, mau di Amerika ataupun Indonesia, yang nota bene punya standar yang sama;’menjadikan manusia sebagai sumber hukum’ sudah dipastikan yang terjadi hanyalah kerusakan dan penyakit masyarakat yang semakin merajalela. Percayalah!…

Catatan dan komentar tulisan ini ada di https://www.facebook.com/groups/391394384227701/doc/394589313908208/

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 421 other followers

%d bloggers like this: