//
you're reading...
Tausyiah

Dua Fungsi Hati

By Pemikir Ideologis in Belajar Nulis ·

Putri, seorang mahasiswi yang saat ini menekuni perkuliahan dijurusan Manajemen. Mayra adalah teman SMA-nya, karena lama tak berjumpa, Mayra pun mencoba menyapanya via komentar di dinding Fb-nya, yang sebelumnya Putri memasang status

“ galau men pangkat seribu -__-“

Tak lama kemudian beberapa orang memberikan jempol serta tak ketinggalan sang Doi, pacar Putri mengomentari statusnya, yang kemudian disambung dengan komentar Mayra, berikut petikannya :

doi : :-*

Mayra : pake ISLAM dijamin ANTI GALAU😀, apa kabar sist?

Putri : Ayang😀, Mayra alhamdulillah baik🙂

Mayra : ayang siapa sist?

Doi: ‎:-p :-*

Putri: Mayra,haha itu pacarku May manggilnya ayang gitu🙂

Putri: katanya ngetik yang?

Doi : sudah selesai :p

Putri :  katanya capek?

Mayra : lah,,kok udah kaya suami istri aja, kapan mau menghalal-kannya, kasian lo kalau maksiat lama-lama,,hhe

Doi : tidur aja belum sekamar kok kayak suami istri??

aneh loe…..??

Mayra : bukan begitu bang, tapi apa yang dilakukan/baik perasaan/ucapan yang semestinya belum pantas terucap sudah terucap, kalau ikatannya sudah halal “monggo-monggo saja” tapi kalau belum, sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat muslim saling mengingatkan. Teruntuk sahabatku Putri yang kucintai karena Allah, memang taat dan patuh dengan apa yang Allah turunkan sebagai konsekwensih hamba yang diciptakan-Nya membuat kita harus menghadapi tantangan yang Allah ujikan, sadarkah bahwa saat ini Putri sedang diuji sama Allah, akan lebih setiap dengan aturan Allah ataukah aturan diri sendiri yang justru menghantarkan kepada kemurkaan Allah. “Life is choice”, dan setiap apa yang kita pilih kelak akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah

Doi : astaghfirullah..

Put, maafin aku ya??

Mayra: jika kalian memang mencintai karena Allah, buktikanlah apa-apa yang kalian lakukan hanya mengharap keridhoanNya, bukan menantang murka-Nya.”Benci dan Cinta karena Allah”. Hidup hanya sementara, siapa yang menjamin 2 jam kedepan kita masih hidup, mumpung waktu masih longgar dan pintu taubat masih terbuka lebar, tidak ada salahnya menjemput pintu taubat itu, sebelum nyawa tercekat dikerongkongan, sebelum nafas terhenti dan sebelum ajal menjemput.

Doi: makasih ya

Mayra: jika kalian memang sudah SIAP, segerakanlah nikah saja, Nikah itu adalah ikatan suci, jangan sampai perkara-perkara untuk membangun bahtera keluarga yang suci ternodai dengan noktah-noktah hitam pacaran dan kemaksiatan lainnya. Maaf jika ada yang kurang berkenan, saya hanya sebagai perantara menyampaikan apa yang saya pahami benar saja, mau diambil dan mau diamalkan itu “Alhamdulillah semoga menjadi pahala untuk kalian yang mau mengambilnya”, tapi jika tidak mau diambil pun, itu ya “kelak masing-masing yang akan bertangungjawab dihadapan Allah.”

Putri:😦

Demikian petikan sapaan Mayra, mengajak para sahabat semua, sudah semestinya kita menundukkan naluri kecenderungan suka dengan lawan jenis yang kita miliki dengan ketundukan aqidah kita.Hidup ini bukanlah hidup yang bebas, melainkan ada aturan Allah yang mengatur kehidupan kita. Sakitnya hati ketika mendapatkan nasehat semestinya juga menyadari akan dua fungsi hati yang tak selamanya merasakan kesenangan, namun ada kalanya juga merasakan sakit yang dengan rasa sakit tersebut menjadi cambukan untuk sadar dan berubah menjadi lebih baik dalam menggapai ridho-Nya.

 

1 Mei 2012, 23.10 wib

Pembelajarannya di sini: https://www.facebook.com/groups/391394384227701/doc/400491923317947/

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: