//
you're reading...
Cerpen

Kebenaran Sabda Langit

SMAN 1 Leuwiliang Kabupaten Bogor pagi itu bergemuruh karena ada tulisan di MaSa (Mading Sekolah SMA 1) yang ditempel tanpa izin pada pengurus MaSa. Tulisan itu menggambarkan tentang hujatan-hujatan bahwa al-Quran hanyalah dongeng belaka, al-Quran adalah ciptaan Muhammad,  seluruh isi al-Quran semuanya tidak masuk akal, dan hujatan-hujatan lain pun masih banyak digambarkan dari tulisan “illegal” itu. Wajar saja tulisan itu begitu menarik perhatian para siswa karena 99% siswa SMAN 1 Leuwiliang Kabupaten Bogor adalah muslim dan hanya 1% yang Non Islam. Meski tak semuanya taat pada koridor agama, tapi hati para siswa yang beragama Islam cukup terganggu dengan tulisan itu. Gosip pun beredar bahwa yang menulis hujatan tentang al-Quran itu adalah Dea yang merupakan satu-satunya Non Islam di sekolah itu.

“Hei.. Dea… Ngaku dech kalo yang nulis di MaSa itu kamu, kan?” Nanda to the point menuduh. Dea yang baru saja tiba di kelas, tidak mengerti dengan “kalimat sambutan” dari Nanda

“Maksud kamu apa, Da?” Dea bertanya penuh keheranan

“Ni baca… Jangan pura-pura nggak tahu dech…” Nanda agak kasar melempar tulisan itu pada Dea. Dea pun segera membacanya dan matanya hanya membulat merespos tulisan itu.

“Nggak… Bukan aku yang nulis ini. Aku memang tak seagama dengan kalian. Tapi aku tetap menghormati agama kalian” Dea akhirnya mengerti tuduhan yang menyerangnya

“Mana mungkin kalo yang nulis ini dari kalangan kami? Masa kami menghina kitab kami sendiri?” Nanda begitu yakin dengan asumsinya bahwa pelakunya adalah Dea

“Nggak… beneran bukan aku… Kalian juga nggak ada bukti untuk nuduh aku” Dea mencoba membela diri

“Halaaahhh…. Ngaku aja dech… Selama ini kamu benci kan dengan kami yang mayoritas muslim dan kamu disini ingin mendapat teman yang seagama sama kamu. Makanya cara yang kamu lakuin dengan membuat keraguan kami pada kitab kami. Iya, Kan?” Dea nyolot pada asumsinya

“Ok… Ok… jujur aja isi dari tulisan ini pernah terbersit di pikiran aku. Tapi karena aku menghormati kalian, aku tidak pernah mengatakan hal ini. Tapi sungguh ini bukan tulisan aku.”

“Tuh kan… Isinya aja dia ngakuin teman-teman. Pasti donk yang nulis ini juga dia. Ya nggak?” Dea memprovokasi teman-teman sekelasnya untuk sependapat dengannya. Anak-anak yang sedari tadi diam mnedengarkan “pertarungan lisan” antara Dea dan Nanda, kini mulai mengamini asumsi Nanda

“Iya juga sich, Da” seru Retnish mulai setuju dengan Nanda

“Cukup… Jangan lanjutkan lagi tuduhan kalian pada Dea sebelum ada bukti. Kalian tahu kan bahwa Islam mengajarkan untuk tidak berburuk sangka. Siapa saja yang berburuk sangka, maka itulah seburuk-buruk dusta. Kalian mau disebut para pendusta?” Rizal yang merupakan ketua kelas sekaligus ketua Rohis angkat bicara

“Ya… nggak mau sich….” Nanda segan terhadap Rizal

“Makanya… Jangan hanya asal menuduh. Lebih baik yang kita diskusikan adalah isi dari tulisan itu. Tadi juga Dea bilang bahwa dipikirannya pernah terbersit tentang isi tulisan itu. Siapa tahu diantara kita juga ada yang sepakat dengan isi tulisan itu. Iya, Nggak?” Rizal yang sedari tadi duduk di bangkunya kini mulai berjalan ke depan kelas dan anak-anak duduk rapi layaknya proses belajar mengajar berlangsung.

“Aku setuju denganmu, Zal. Lebih baik kita diskusikan tentang isi tulisan itu agar kita sebagai muslim semakin yakin bahwa tulisan itu salah. Juga bagi Dea, agar juga tahu tentang kitab suci kita lebih jauh” Retnish yang tadi sempat ikut “arus” Nanda, mulai mengamini penawaran Rizal

“Nah… kita bahas dari sudut pandang Dea dulu. Kita disini bukan maksud menghakimi kamu, Dea. Hanya saja izinkan kami sharing denganmu. Gimana?” Rizal bertanya penuh kesopanan

“Ok… Boleh aja sharing lagian selama ini aku juga masih banyak pertanyaan tentang kitab suci kalian”

“Kita mulai dari pertanyaaanmu aja. Coba kamu share-kan ke kami yang pernah melintas di pikiranmu dan tentunya mirip dengan tulisan itu” Rizal tanpa dikomando memimpin forum sharing yang mendadak

“Baik… Pertama… Al-Quran itu berbahasa Arab dan Muhammad adalah bangsa arab. Bisa aja kan kalo al-Quran itu karangan nabi kalian atau karangan seluruh bangsa Arab?” Satu pertanyaan yang selama ini dipikirkan oleh Dea akhirnya terlontarkan juga

“Saya akan jawab. Sebenarnya nabi kami ; Muhammad Saw. adalah seorang yang ummi atau tidak bisa membaca dan menulis. Meskipun tidak bisa menulis dan membaca, Beliau tetap bisa menyampaikan risalah Islam. Jika nabi kami saja tidak bisa membaca dan menulis, lalu bagaimana mungkin bahwa itu adalah karangan beliau? adapun pertanyaanmu tentang bahwa bisa saja seluruh bangsa arab yang ahli sastra berkumpul untuk membuat al-Quran, maka dalam QS. Yunus : 38 Allah berfirman

 

“Atau (patutkah) mereka mengatakan “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar.” dalam surah itu, Allah menantang seluruh bangsa Arab karena Al-Quran berbahasa Arab untuk mebuat satu surah yang semisal dengan Al-Quran. Tapi hingga sekarang pun, tidak ada yang berhasil membuat surah seperti al-Quran. jadi ya terbukti jika Al-Quran ini berasal dari Allah. Konsekuensi logisnya, jika al-Quran ini terbukti dari tuhan kami yaitu Allah SWT maka semua yang tertulis dalam Al-Quran adalah 100% pasti kebenarannya.” Rizal menjelaskan dengan lugas dan anak-anak XI IPA hanya mengut-mangut

“Lalu… Jika memang al-Quran itu dari Tuhan kalian, bagaimana Dia akan menjaga kemurnian al-Quran? aku pernah membaca bahwa kitab kalian adalah mukjizat rasul kalian ; Muhammad. Tapi bisa saja kan al-Quran ini tidak murni dan telah direka-reka isinya? bukankah selama ini kalian menganggap bahwa kitab injil, zabur, dan taurat tidak lagi murni dan semua ajarannya tidak lagi sesuai dengan ajaran Tuhan? Bisa saja aku mengatakan hal yang sama bahwa al-Quran pun tidak lagi murni ajarannya” Pertanyaan kedua yang ada di benak Dea kembali ia lontarkan

“Al-Quran adalah mukjizat rasul kami yang teragung. Sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa tidak ada satu pun yang berhasil membuat satu surah saja seperti yang ada dalam al-Quran. Bukan hanya membuat satu surah, bahkan untuk mengubah satu surah saja tak ada yang mampu karena memang sastra al-Quran berbeda dengan sastra yang dibuat oleh Manusia. Tuhan penggenggam jiwa kami yaitu Allah SWT telah berfirman dalam QS……… bahwa Dia berjanji akan menjaga kemurnian al-Quran dan memang sampai sekarang jika ada al-Quran palsu yang beredar di masyarakat pasti akan terdeteksi karena yang menghafal al-Quran sungguh banyak sekali.” Rizal dengan pembawaannya yang calm membuat semua teman-temannya terkagum-kagum dengan penuturannya

“Saya pernah membaca sebuah buku perdebatan tentang al-Quran bahwa sebenarnya al-Quran sama halnya seperti kita. Ia diciptakan oleh tuhan kalian dan sesuatu yang diciptakan, bisa disebut juga dengan makhluk. Bisa saja suatu hari nanti al-Quran akan mati karena sifat yang diciptakan terbatas. Bagaimana pendapat kamu, Zal?”

“Ooh… perdebatan bahwa al-Quran adalah makhluk. Saya pernah juga mendengar cerita tersebut dan jika disetarakan pembahasannya sama dengan kisah mimpi imam Ahmad. Beliau adalah salah seorang imam empat madzhab dalam dunia Islam. Kalau begitu, saya akan bercerita kepada semua teman-teman untuk menjawab pertanyaan teman kita ; Dea. Saya mendapat cerita ini dari kitab Thabaqatul hanabilah.”

“Iya, Zal. Cerita yang runtut untuk kasih tahu ke Dea bahwa perdebatan tentang al-Quran itu adalah makhluk salah besar” kini Faqih teman sebangku Rizal angkat suara

“Baiklah. Begini teman-teman. Suatu hari, Khalifah Makmun berpendapat mengikuti pendapatnya mu’tazilah bahwa Al-Quran itu adalah makhluk. Bisa teman-teman bayangkan, Al-Quran itu bukan makhluk kan tapi firman Allah?” Rizal mulai bercerita

“Pada saat itu, Imam Ahmad menentang pendapat sang Khalifah. Akhirnya Imam Ahmad dipenjara. Setelah Imam Ahmad dipenjara, ia dipanggil oleh Khalifah Al-Makmun dan dihadapkan padanya. Saat dihadapan Khalifah Al-Makmun, Imam Ahmad berkata “Semalam aku bermimpi” dan Khalifah pun bertanya “Mimpi apa?”. Imam Ahmad pun menjawab “Aku bermimpi bahwa Al-Qur’an telah wafat, kemudian aku memandikannya, mengkafaninya, mensholatkannya, dan menguburkannya” Khalfiah Al-Makmun berkata “Celaka engkau wahai Ahmad! bagaimana mungkin engkau mengatakan bahwa Al-Qur’an telah wafat!” dengan santai Imam Ahmad berkata “Bukankah engkau yang mengatakan wahai khalifah bahwa Al-Qur’an adalah makhluk? Bukankah setiap makhluk akan menemui ajalnya dan wafat?” mendengar penuturannya, akhirnya Khalifah Al-Makmun marah besar dan mengembalikan Imam Ahmad ke penjara.

“Waahh… Khalifahnya nggak mau didebat tuh?” anak-anak XI IPA  serius mendengarkan cerita Rizal sembari ada hantaran komentar dalam penggalan cerita Rizal

“Lebih tepatnya beliau ingin semuanya berpendapat bahwa Al-Quran adalah makhluk. Makanya beliau tidak suka jika ada yang berbeda pendapat dengan beliau” Rizal menanggapi komentar temannya

“Baik saya lanjutkan. Malam harinya, Khalifah Al-Makmun bermimpi hampir diterkam oleh dua ekor harimau, tetapi kemudian diselamatkan oleh seorang laki-laki yang memberikan sebuah kitab. Kemudian Al-Makmun bertanya, “Ini kitab apa?” lelaki itu menjawab, “Ini mimpinya Ahmad”. keesokan harinya, Imam Ahmad dipanggil oleh Khalifah Al-Makmun untuk menceritakan mimpinya. Kemudian Imam Ahmad mulai menceritakan mimpinya.

“Semalam saya bermimpi, saya dihadapkan di hadapan Allah di yaumil mahsyar. Lalu Allah bertanya kepadaku “Wahai Ahmad, apa pendapatmu tentang Al-Qur’an?” saya menjawab, “Kalamullah, kalamuka ya Allah”. Allah kembali bertanya pada saya “Dari mana engkau mendapatkan pendapat seperti itu?” saya menjawab dari guruku ya Allah yaitu ‘Abdurrozaq. setelah itu Allah meminta malaikat untuk memanggil guru saya “Panggil ‘Abdurrozaq kemari”! Perintah Allah. kemudian Abdurrozaq dihadapkan di hadapan Allah. Allah bertanya “Wahai Abdurrozzaq, bagaimana pandanganmu tentang Al-Qur’an”?. “Kalamullah”. jawab Abdurrozaq. “Darimana engkau mendapatkannya”? Allah kembali bertanya. “Saya mendapatkannya dari Ma’mar”, jawab Abdurrozzaq. “Panggil Ma’mar kemari!” perintah Allah dan Ma’mar pun datang ke hadapan Allah. Ma’mar ditanya dengan pertanyaan yang sama “Dari mana engkau mendapatkannya”? tanya Allah. “Saya mendapatkannya dari Az-Zuhri” jawab Ma’mar. Az-Zuhri pun dipanggil. Setelah itu, Allah pun bertanya dengan pertanyaan yang sama. Az-Zuhri lalu menjawab bahwa ia mendapatkannya dari ‘Urwah bin Zubair. ‘Urwah pun dipanggil dan ditanya dengan pertanyaan yang sama. ‘Urwah menjawab dengan jawaban yang sama. Ia mengatakan bahwa ia mendapatkannya dari Zubair bin ‘Awwam. Zubair lalu dipanggil. Saat ditanya tentang Al-Qur’an, ia menjawab dengan jawaban yang sama dan mengatakan bahwa ia mendapatkannya dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Kemudian ‘Aisyah dipanggil dan ditanya dengan pertanyaan yang sama. Lalu ‘Aisyah menjawab, bahwa ia mendapatkannya dari Muhammad Saw. “Panggil Muhammad kemari!” Perintah Allah kepada para malaikat. “Apa pandanganmu tentang Al-Qur’an!” tanya Allah. “Kalamullah” Jawab Rasulullah. Kemudian Nabi SAW mengatakan bahwa ia mendapatkannya dari Jibril a.s dan JIbril pun dipanggil dan ditanya dengan pertanyaan yang sama. Jibril menjawab dan mengatakan bahwa ia mendapatkannya dari Isrofil a.s. Isrofil pun dipanggil oleh Allah dan ditanya dengan pertanyaan yang sama Isrofil menjawab, “Aku mendapatkannya dari Lauhul Mahfudz”. “Panggil Lauhul Mahfudz kemari!” perintah Allah. Lauhul Mahfudz hadir di hadapan Allah. Kemudian ketika ditanya oleh Allah, ia menjawab, “Qolam yg menuliskannya kepadaku”. Qolam pun dipanggil. Ketika ditanya dengan pertanyaan yang sama, Qolam menjawab, “Begitulah aku diperintahkan”

Kemudian Allah mengatakan, “Sesungguhnya Qolam benar, lauhul mahfudz benar, Isrofil benar, Jibril benar, Muhammad benar, ‘Aisyah benar, Az-Zubair benar, ‘Urwah benar, Az-Zuhri benar, Ma’mar benar, Abdurrozzaq benar, dan Ahmad benar… Wallahu a’lam.

“Begitulah teman-teman kisah penuturan kebenaran bahwa Al-Quran ini benar-benar berasal dari Allah meskipun terdiri dari lembaran-lembaran dan kita dengan mudah membelinya di toko-toko buku, hanya saja intinya adalah semua yang tertulis dalam Al-Quran ini adalah Kalamullah atau Firman Allah. Al-Quran juga bukanlah makhluk karena jika ia makhluk maka sifatnya terbatas dan akan mati. Jadi jika ditanya apakah itu al-Quran, maka al-Quran adalah Kalamullah… Itulah firman Allah. Bagaimana denganmu, Dea?” Rizal kini menhhadapkan pertanyaan ke Dea sedeangkan Dea masih tertegun dengan penuturan Rizal. Selama ini Dea memang masih mencari sebenar-benarnya agama. Sejak ia SMP, ia terus mempelajari semua agama yang ada. Dia pun serius mempelajari Islam jadi ia sedikit tahu tentang Islam.

“Boleh aku tanya tentang tokoh-tokoh yang disidang tentang penuturan kebenaran Al-Quran tadi?” Dea kembali beranya

“Iya, silakan”

“Ma’mar siapa, Zal? tadi kan kamu cerita gurunya imam ahmad bertnya ke beliau… ?” Dea memang tertarik dengan sejarah

“Ma’mar itu salah satu guru dari ‘Abdurrozzaq, salah satu ahli hadits, Abdurrozaq mengambil hadits dari beliau. Ma’mar termasuk salah satu sahabatnya Imam Malik”

“Kalau Az-Zuhri siapa, Zal?” Dea masih banyak pertanyaan di benaknya

“Kalau Az-Zuhri, gurunya Ma’mar, juga termasuk gurunya Imam Malik, Ma’mar dan Imam Malik mengambil hadits darinya. Beliau dalah satu ulama hadits di masa Khalifah Hisyam bin Abdul Malik.”

“Terus hubungannya Az-Zuhri dengan ‘Urwah bin Zubair guru-murid juga karena Az-Zuhri dapat Al-Quran dari ‘Urwah bin Zubair???

“Iya” Jawab Rizal pendek

“Dan ‘Urwah bin Zubair adalah puteranya Zubair bin Awwam?” Dea hanya menebak karena melihat namanya bin Awwam. Dia tahu bahwa dalam garis keturunan Islam menggunakan istilah “bin / binti”

“Betul sekali” Rizal menjawab tegas

“Zubair bin Awwam sahabat yang dijamin masuk surga kan? aku pernah membacanya di buku”

“Yup, betul. Beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga”

“Ada penjelasan lagi nggak kenapa Jibril menerimanya dari Israfil?? bukankah malaikat yang dipercaya Allah untuk menyampaikan Al-Quran ke Rasulullah adalah Jibril?” Dea ternyata banyak membaca seputar sejarah Islam dan baru kali ini teman-temannya mengetahui pengetahuannya tentang sejarah Islam

“Maaf. Saya tidak mendapatkan penjelasan tentang itu” Rizal berkata jujur

“Baiklah… Semua pertanyaan sudah saya tanyakan. Yang jelas, bukan saya yang menulis artikel di MaSa itu.” Pandangan Dea kini tertuju pada Nanda karena dialah yang pertama menuduhnya

“Benar… Labih baik kita tidak saling menuduh.Yang penting, kita tidak terpengaruh dengan isi artikel itu. Kita juga banyak mengambil hikmah dari kejadian ini. Kita bisa diskusi secara mendalam tentang pedoman hidup kita yaitu al-Quran” Faqih menambahkan. Nanda yang merasa dirinya disudutkan hanya diam saja.

“Teettt…. Teettt…. Teettt….” Tepat sekali diskusi mereka selesai, bel tanda masuk berbunyi. Semuanya kembali dalam keadaan normal dan tak lagi merisaukan tentang artikel itu. Sepanjang pelajaran, Dea tak bisa konsentrasi dengan apa yang diajarkan para guru. Pikirannya menerawang tentang diskusinya dengan Rizal tadi pagi. Selama ini ia memang mencari-cari agama yang benar dan sempat hatinya condong untuk memilih islam. Tapi karena begitu banyak yang mengganjal hatinya, dia belum memilih Islam sebagai pilihannya. Hari ini, tak ada lagi keganjalan dalam hatinya terutama tentang al-Quran. Dia sering membaca terjemah al-Quran dan pikirannya tak bisa menolak dengan isi al-Quran. Sejenak, hatinya berkata : Dea… Inilah agama yang selama ini kamu cari. Islam yang akan menyelamatkanmu…

+++++++

Satu minggu kemudian, kini Dea resmi menjadi seorang muslimah. Tak ada lagi sehelai rambut pun yang dapat dipandang oleh laki-laki yang tak halal untuknya. Auratnya tertutup sempurna dan perlahan ia mempelajari hukum-hukum islam yang lain seperti shalat, puasa, aturan pergaulan dalam islam, dan sebagainya.

….Selesai….By : Tahrera Lathifah___SENADA Yogyakarta

Pembelajaran tulisan “Kebenaran Sabda Langit” klik di sini: Komunita Belajar Nulis

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: