//
you're reading...
Cerbung

Awal Bencana Sinta #01

By RinziiMiuu Revalations

muslimah - belajar nulisSinta berjalan menelusuri jalan sesuai dengan alamat yang tertulis di kertas kecil, sesekali ia mengusap keningnya yang berkeringat. Panas matahari tidak bisa ditolerir menusuk kulit-kulit Sinta yang tidak tertutup kain.

“Jalan Sutomo.. Nomer 90.” dibaca lagi alamat di kertas sambil mencocokan dengan lokasinya “nah tu rumah no..mer..” Sinta berusaha membaca nomer rumah bertingkat yang berwarna kuning dari balik pagarnya yang tinggi. “Jaaaah nomer 12. Masih jauh bets.” desis Sinta. Sinta menarik kopernya yang besar, dan tas jinjingnya yang berat sambil berguman “Becak ga ada.. delman ga ada.. ojeg ga ada.. Ini kota apa desa? Desa aja masih ada gerobak lalu-lalang buat dinaekin. Mana panas lagi.. Item-item dah gue punya muka.”

***

“nomer 81, 82.. yaaap bentar lagi nyampe..ampun dah rumah nomer 83 panjang banget yak? Duh bu, pak punya rumah jangan gede-gede napa, anak cuma beberapa ekor juga.” omelnya sok tau ke rumah besar dan mewah bercat putih dengan pilar-pilarnya yang tinggi.

Ketika rumah nomer 83 sudah selesai dilewati terdengar klakson motor. “Tiit.. ojek bu?”

“Idih mang! Saya ini belum ibu-ibu tau! Lagipula mamang ni telat, kudunya dari tadi kalau mo ngojek, pas saya lagi susah.. Udah sana-sana pergi, bikin gondok aja!” Sinta mengomeli tukang ojeg yang kebingungan dengan sikap Sinta, tanpa menjawab tukang ojeg itu pergi meninggalkan Sinta. Sinta mendengus kesal. “Pokoknya mah kudu punya motor gue, bisa berotot betis gue kalau bulak-balik kampus ngesot gini!” dumel Sinta sambil tetap mengecek no tiap rumah.

***

“sampai jugaaa..” Sinta memasuki pagar rumah yang terbuka, pagar rumahnya setinggi bahunya di cat warna coklat yang sudah mulai mengelupas, teras rumah yang sempit hanya muat 2 kursi dan satu meja, tanpa halaman. Dinding rumah yg berwarna hijau tua. Memberi kesan rumah kecil yang gelap. “Assalamu’alaikum” Sinta mengetuk pintunya 3 kali. Diam tidak ada tanda-tanda orang akan membukakan pintu rumah. “Assalamu’alaikuuuum ada tamuu niiih!” Sinta mengetuk pintu lebih keraas dari sebelumnya. Tapi tetap tidak ada jawaban atau suara langkah kaki. “Kemana seh tu orang, mana gue ga tau nomer hp nya lagi..” Sinta memperhatikan setiap detil rumah. Dia intip jendelanya, tapi ternyata tertutup gorden. “Uh..lagi molor kali!” ketika Sinta melihat ujung atas pintu rumah, ada tulisan “BEL” dengan bel dibawahnya. “haha.. Dasar pinter..pinteer.. Bel segede gitu ga lihat.” dipencet bel itu sekali. Tapi tak didengarnya suara bel dari dalam rumah. “Belnya rusak apa ya?” dipencet lagi belnya berkali-kali. Tetap ia tidak mendengar suara bel dari dalam rumah. Dipencetnya lagi bel itu dengan tempo lebih cepat berkali-kali. Lalu ia mendengar dari dalam rumah teriakan wanita dan suara orang berjalan dengan tergesa-gesa.

“Iyaaa.. Tunggu bentaar!” beberapa menit kemudian terdengar suara kunci rumah diputar, dan knop pintu dibuka. Keluarlah seorang wanita muda yang tersenyum pada Sinta, ia mengenakan rok hitam, dan kerudung lebarnya yang menutupi baju atasan yang dia pakai, dia berdiri membelakangi pintu dan mengisyaratkan agar Sinta cepat masuk.

Sinta lalu masuk dengan membawa dua tasnya yang besar-besar tangannya membuka lebar pintu rumah tersebut agar ia leluasa masuk. Tapi dengan cepat, wanita muda itu menahan kembali pintunya, dan berdiri di belakang pintu kemudian menutup pintu ketika Sinta sudah benar-benar masuk, lalu langsung menguncinya.

Sinta heran dengan gelagat wanita itu yang seperti sedang diincar oleh orang jahat. “Mba lupa buka jendela ya.. Kan gelap mba” sinta langsung membuka gorden jendela, lalu langsung ditahan oleh wanita itu.

“Jangan pernah buka-buka gorden jendela kalau masing-masing dari kita auratnya masih terbuka. Paham?” wanita itu berkata serius seakan-akan ingin menerkam Sinta, Sinta hanya terdiam dan menelan ludah yang sepertinya sulit masuk kerongkongannya.

“Bencana” ucap sinta dalam hati.

Pembelajaran cerbung “Awal Bencana Sinta #01” ini bisa dibaca di: Komunitas Belajar Nulis

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: