//
you're reading...
Faktual

Irtifa’ al-Fikri : Kunci Kebangkitan Indonesia

kebangkitan indonesia - belajar nulisSejarah Indonesia telah mencatat bahwa setiap tanggal 2 Mei adalah simbol dari kebangkitan Indonesia. Banyak yang mengidentikan kebangkitan suatu bangsa dan negara dilihat dari kemajuan sistem ekonomi, militer, politik, pendidikan, teknologi, tingginya akhlak, dan sebagainya. Padahal, semua itu tidak bisa dijadikan barometer kebangkitan. Bisa kita ambil petikan hikmah dari negara-negara Timur Tengah seperti Saudi Arabia sebagai produsen minyak terbesar di dunia, negara tersebut belum dikatakan bangkit meski taraf perekonomiannya tinggi. Sebaliknya, Jepang bisa dikategorikan negara yang bangkit. Contoh lain adalah Madinah tidak bisa dikatakan bangkit meskipun penduduknya memiliki nilai moral dan tinggi. Lain halnya jika disandingkan dengan Paris yang mayoritas penduduknya bermoral rendah tapi bisa dikatakan masyarakat yang bangkit. Jadi sebenarnya, apa barometer sebuah kebangkitan itu?

Syaikh Taqiyudhin an-Nabhani menyebutkan dalam kitabnya “Nidzaam al-Islam” tentang makna kebangkitan yaitu “Bangkitnya manusia tergantung pada pemikirannya tentang kehidupan, alam semesta, dan manusia, serta hubungan ketiganya dengan sesuatu sebelum kehidupan dunia dan yang ada sesudahnya

Kebangkitan adalah perubahan keadaan dari rendah menjadi tinggi. Kebangkitan itu tampak dari perubahan perilaku dan perilaku sangat dipengaruhi pemahaman sehingga terbentuk pola pikir. Jadi, kebangkitan tidak lain adalah ketinggian berpikir (irtifa’ul fikri). Bisa kita lihat dalam sejarah bahwa ada negara-negara yang mengalami kebangkitan dengan kebangkitan pola pikirnya seperti kebangkitan Rusia dengan melakukan Revolusi Bolshevik 1917 di bawah pimpinan Lenin setelah bersama-sama menganut pemikiran komunis. Orang-orang kapitalis pun mengalami kebangkitan sejak Revolusi Prancis dan Revolusi Industri  di Inggris pada akhir abad 18 awal abad 19. Bangsa Arab pun mampu bangkit dengan memeluk pemikiran Islam sejak abad ke-7.

Pola pikir yang benar tentu akan menghantarkan pada kebangkitan yang benar. Tentu saja, pola pikir yang benar jika disandarkan pada sebuah pemikiran mendasar (ideologi). Kebangkitan dengan menganut pemikiran sosialis dan kapitalis bukanlah  kebangkitan yang hakiki. Jika Indonesia ingin benar-benar bangkit tentu tak bijak jika mengambil pemikiran seperti Rusia (Komunis) maupun pemikiran kapitalis karena terbukti keduanya gagal untuk menuju kebangkitan yang hakiki dan hanya mengalami kebangkitan semu.

Jika ditanyakan : Indonesia Bangkit, Mungkinkah? maka bisa tegas dikatakan bukan hanya MUNGKIN tapi BISA UNTUK BANGKIT andai Indonesia mau untuk meningkatkan taraf berpikirnya dengan menstandarkan pada pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta, kehidupan, dan manusia, serta hubungan ketiganya sebelum dan sesudah dunia. Itulah pemikiran ideologi islam yang mampu menghantarkan Indonesia menuju kebangkitan yang hakiki.

Wallaahu a’lam bi ash-shawaab

Pembelajaran tulisan ‘Kunci Kebangkitan Indonesia’ bisa dibaca di sini: Komunitas Belajar Nulis

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: