//
you're reading...
Tausyiah

Sombongkah Kita??

sombong - belajar nulisSombong bukanlah orang yang menyukai keindahan dan kemewahan. Namun sombong adalah orang yang tidak mau menerima kebenaran dan meremehkan orang lain. Begitulah kira-kira inti sabda Nabi.

Kalau sobat renungin nih, dari jaman dahulu kala jamannya para nabi banyak banget tuh orang-orang yang sombong apalagi hingga jaman sekarang. Kalau diakumulasi mungkin jumlah orang-orang yang sombong tak terhitung banyaknya. Jumlahnya pun lebih banyak ketimbang yang gak sombong. Emang gampang banget ya jadii orang yang sombong itu. Eh jangan-jangan kita juga termasuk yang didalamnya.nah loh..ati-ati yha.. kita simak pemaparan berikut.

Kalau dulu ada Fir’aun yang sombong dengan kekayaan dan kekuasaannya, dia tau kalau dia bukan tuhan namun menganggap dirinya tuhan. Dia tau kalau  yang dibawa musa anak angkatnya adalah suatu kebenaran tapi tak mau mengambilnya malah memusuhi dan hendak membunuhnya. Dan diakhir hidupnya apa yang dia ucapkan? Iya, dia hendak bersyahadat namun yang terucap bukan kalimat tauhid malah sebaliknya. Yang diucapkan adalah kalimat yang berarti tidak ada tuhan,.. kalimat yang hendak keluar tersekat terhenti karena habis sudah jatah hidupnya didunia. Kata-kata itu menyesak seiring air laut yang merangsek masuk ke dalam paru-parunya, Itulah balasan untuk orang sombong lagi dzalim.

Lalu ada abu jahal. Dialah paman Rasulullah, dia pernah menitikkan air mata karena mendengar lantunan ayat alquran yang dibaca oleh baginda nabi, mengendap-endap dan bersembunyi hanya untuk mendengar lantunan ayat Alquran. Dia malu jika ada yang tahu, mata hatinya benar-benar telah tertutupi oleh kesombongannya.  Padahal kebenaran ada didepan matanya, bukannya diambil kebenaran itu malah dia tetap dengan kejahiliyahannya, serta malah jadi komandan dalam memusuhi dan memerangi dakwah Nabi. Ada juga cerita dari bapak agama kita yakni nabi ibrahim as. Bagaimana ayahnya juga menolak dan tidak mau menerima kebenaran yang dibawa oleh puteranya.

Tuh contoh orang –orang sombong yang telah disebutkan dalam Alquran, dan hidup mereka nih berakhir dengan kehinaan, tidak hanya itu di akhirat mereka mendapat tempat yang sangat buruk. Seburuk-buruk tempat kembali, begitu isi dalam Alquran tatkala menyebut kata neraka.

Bagaimana dengan yang terjadi saat ini? Kalau kita lihat  guys, banyak banget yang ngakunya islam tapi kok gitu yha. Cuman ibadah ritual aja yang dijalanin, tapi yang lainnya enggak. Seolah-olah kita bisa memilih sesuka hati ibadah yang mana yang bisa dijalani, kalau suka di dilakukan kalau gak suka karna itu mungkin suatu yang merepotkan tidak dijalani. Padahal Allah jelas-jelas untuk menyuruh kita melaksanakan syariat secara kaffah atau menyeluruh bukan sepenggal-sepenggal ataupun bisa milih yang mana yang disuka aja yang dilakuin(kayak mau beli baju aja pake dipilih-dipilih). Tiliklah satu contoh kecil saja, ada seseorang yang sudah paham betul bagaimana islam mengatur tentang pergaulan juga bagaimana harusnya interaksi laki-laki dan perempuan. Dia paham bahwa dalam islam tak ada yang namanya pacaran. Namun masih saja melakukannya, tentunya dengan banyak dalil (alasan) yang dikemukakan. Nggak diingatkan kok ya masih aja dilakuin, Kalau diingatkan katanya menggurui n ikut campur urusan orang lain. Susah juga ya,,

Contoh lain yha.. ada seorang yang telah mendapat maklumat tsabiqoh(kalo nggak ngerti tanya yang ngerti ya, kalo masih nggak ngerti kasian banget sih loe. Derita loe deh..hehe becanda).. sudah dapat maklumat tentang bagaimana islam itu mengatur tentang hukumnya menutup aurat bahwa wanita wajib menutup auratnya dengan kerudung (an-nur 31) dan jilbab(al-ahzab 59). Namun masih tetap dengan pendiriannya, sudah paham, sudah tahu bahkan sudah berkali-kali diingatkan masih tetap sama tidak ada aplikasi sama sekali. Mungkin yang seperti itu juga bisa dikategorikan sombong ya. Cz gak mau nerima kebenaran.

Kawan janganlah engkau sombong, sedikitpun jangan (termasuk nasehat untuk diri sendiri). Karena walaupun hanya ada kesombongan sebesar atom saja dalam hati maka ia tak masuk surga, begitulah kata Rasul kita Muhammad saw sang pembawa risalah. Terimalah kebenaran itu dari apapun dan siapapun datangnya. Jangan lihat siapa yang membawa namun lihatlah apa yang dibawanya. Jika yang dibawa  itu suatu yang salah maka tak ada alasan bagi kita untuk menerimanya namun jika itu suatu kebenaran maka tak ada alasan pula bagi kita untuk tidak menerimanya.

Hidup sombong itu nggak berkah, dan yang pasti kalau di akhirat masuk neraka. Gimana nggak masuk neraka lha namanya aja nggak mau menerima kebenaran yang datangnya dari pemilik Kehidupan. Kalau Yang ngasih kehidupan aja nggak digubris, gimana yang ngasih kehidupan mau gubris kita. Nggak ditendang dari buminya aja uda lumayan. Eh ntar di akhirat pasti gak dapet ridhaNya. Padahal buat apa sih kita susah hidup kalau nggak buat dapetin ridhaNya, buat beribadah padaNya. Nah kalau nggak diridhai pasti ujung-ujungnya bakalan dapet azab tuh.. ndak takut apa dapet azab yang amat sangat pedih sampai gak bisa nih digambarin sama kata-kata. Apa? Nggak takut?? Aduh..duh..anda emang benar-benar sombong ya. Salut deh dengan keberanian anda… d^_^b

Pembelajaran KLIK ==> Komunitas Belajar Nulis

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: