//
you're reading...
Cerpen

Adikku Natasha

Akhir-akhir ini ada yang aneh pada Adikku Natasha. Kelakuannya membuat kami sekeluarga bingung. Kalau nyanyi-nyanyi di kamar mandi sampai tiga jam sih sudah biasa. Ngejar-ngejar kambing tetangga juga udah jadi hobinya. Kali ini Na sangat aneh. Dia suka bercermin di kamarnya sambil mencoba baju-bajunya. Wajahnya mau diapain jua pasti akan tetap begitu. Duh, anak SMP zaman sekarang…..bener-bener deh!

“Bang! Abang udah gajian belum?” tanyanya sore itu.

“Belum. Kenapa? Kamu minta martabak?”

Na menggeleng. “Na mau minta uang, buat tambah-tambah beli tiket Suju..”

“Apa? Salju?”

“Suju Bang…..!”

“Keju?”

“Suju Bang….” mulut Na mengerucut. Adik bungsuku ini kalau ngambek lucu, kayak orang epilepsi.

Aku tertawa sambil mengacak-acak rambutnya. “Nonton Suju di mana sih?” tanyaku pura-pura tak tahu. Padahal berita tentang konser Suju sudah bergema ke mana-mana, sama aja kayak layar tancap. Bedanya, layar tancap gratis, nah Suju ini yang heboh harga tiketnya. Paling murah setengah juta. Teman-teman kantorku pada rame mau nonton Suju, terutama yang gadis. Heran deh, kenapa mereka pada ngefans sama artis-artis Korea itu. Padahal ada aku yang jauh lebih keren dari mereka. Hoho….

“Bang Irfan mau bantuin Na beli tiketnya kan….?”

Aku diam. Adikku ini usianya baru 12 tahun, tapi kok sudah ngerti sih sama yang namanya K-Pop?

“Bang! Mau kan?” rajuknya.

“Emang apa sih yang kamu suka dari Suju?”

“Ih….Abang! mereka ganteng dan keren-keren lho. Lagunya juga asik-asik semua….”

“Abang juga ganteng dan keren….!”

Na mencibir, membuatku trenyuh. Masa iya sih adikku sendiri tidak mengakui bahwa aku ini ganteng?! “Trus kamu ngerti sama lagunya?”

“Nggak sih. Tapi sebodo amat, yang penting keren dan gak kuper. Semua temen Na di sekolah kan suka sama Suju juga. Na gak mau kalah dong…..”

Aku terus bertanya hingga hampir petang. Na bersemangat menceritakan tentang idolanya itu. Baginya nonton konser Suju adalah impian. Bisa melihat mereka dari dekat adalah suatu kebahagiaan. Ia rela menghabiskan uang tabungannya demi menonton konser mereka.

“Emang tabungan Na ada berapa sih?”

“Lumayan banyak lah…. Lima!”

“Lima juta?” tanyaku tak percaya, rupanya ratu jajan ini bisa nabung sebanyak itu.

“Lima puluh ribu!”

Ckckckkk…..artinya, aku yang harus menggenapkannya menjadi setengah juta?

****

Na merajuk pada Ayah agar diberi tambahan uang. Ayah tak mengizinkan putri  bungsunya pergi. Padahal sudah mepet hari-H. Tiket pun sudah habis terjual. Aku jadi sedih juga melihat Na yang murung karena tak bisa menonton konsernya. Maka aku mengajaknya ke bandara demi bisa melihat kedatangan Suju. Bukan main senangnya Na. Ia membeli banyak bekal dan membeli souvenir untuk dihadiahkannya kepada Jung Soo, personil favoritnya.

Aku yakin banget, Suju takkan menyapa adikku atau gadis-gadis lainnya yang juga menunggu di bandara. Artis internasional kan punya pengawalan ketat. Kalau ada personilnya yang diculik fans bisa kacau. Ini biar Na senang saja.

Dia berdandan ala Lady Gagap, itu lho….artis kontroversial yang juga mau konser di negeri antah berantah. Ups! Jadi ngaco deh pikiranku. Melihat banyak gadis yang ngantri di bandara, bukan mau naik pesawat apalagi jualan donat. Mereka histeris dan teriak-teriak seperti orang kesurupan. Na juga nyanyi-nyanyi aja, walaupun lagunya itu “Lihat kebunku….penuh dengan Suju….ada yang merah….dan ada yang biru….”

Natasha….Natasha…..

Apa sih yang ada di kepala para gadis itu? Menyukai artis Korea yang lagunya saja belum tentu mereka paham. Cuma ganteng doang, aku udah banget-banget deh…! Denger-denger juga, artis-artis Korea tuh banyak yang imitasiu, alias operasi plastik biar tampak lebih keren. Demi mendapatkan popularitas, mereka rela menukarkan wajah lapuk dengan wajah baru.

“Rame banget sih Bang. Emangnya Suju lagi di mana?”

“Lagi boker. Nah sekarang Na tahu sendiri kan, banyak gadis yang juga suka Suju. Mereka gak tahu kalau mereka sedang tertipu oleh penampilan luar semata. Cowok-cowok yang mereka sukai, itu semuanya bukan orang Islam.”

“Iya sih, tapi kan apa salah kalau Na suka sama mereka?”

“Salah kalau itu membuat Na sedih hanya karena gak nonton konsernya. Salah kalau sampai mengikuti gaya hidup mereka. Na tahu nggak, kalau kita mencintai suatu kaum maka kita akan bersama mereka di akhirat kelak. Emangnya Na mau bersama dengan Suju di akhirat?”

“Mau bangeeeet! Kan asyiik!”

Aku geleng-geleng kepala. “Na, hanya orang Islam yang taat yang masuk surga. Selebihnya, apalagi orang kafir itu tempatnya di neraka.

“Iya…iya,….bawel ah!” umpatnya seraya berlari ke kerumunan para gadis yang lagi kesurupan teriak-teriak gak jelas.

“Na…..!” aku berteriak pula, tapi tak ada yang menggubris. Sungguh atmosfer di sini penuh dengan nuansa Hawa yang menjerumuskan akal dan hati ke lembah durjana, aku harus segera menyelamatkan diriku dan Natasha.

Tapi dia malah ikut-ikutan teriak seperti gadis-gadis itu. Ah, pasti ini ada waktu surutnya. Belum lama ini kan Na ngefans sama Ayu Ting-Ting, kemana-mana nyari alamat yang ternyata palsu, sebelumnya juga tergila-gila sama Sinta-Jojo, nanti juga akan melupakan Suju. Gak akan bertahan lama deh….namanya juga dunia hiburan, pasti ada saatnya bosan. Lha aku dulu sampai ada yang ngejar-ngejar katanya mirip Jerry Yan, artis Meteor Garden yang ehm ehm itu gantengnya!

Akhirnya aku duduk saja di kejauhan sambil memerhatikan Na. Begitu dia bosan, dia menghampiriku. “Bang, Sujunya lagi boker beneran. Na mau pulang aja.”

Tuh kan, apa kataku!

 

sumber: https://www.facebook.com/groups/391394384227701/doc/425637784136694/

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: